Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

Sang Pecinta Malam

Malam, akulah pecintamu
Indah walau tersekat kelambu
Awan bergumul tergulung kaku
Samar kerlip lentera baru

Terseka seka kisi kisi
Gurat gurat putih tipis
Kabut telaga nirmala hati
Merabun semu luka ditepis

Menanti hujan putih cahaya
Dari sisa debu angkasa
Yang jatuh tersebar meluka
Di satu titik asal sang singa

Selalu ornamen tak arti
Untuk ungkap cintaku
Pada sang langit malam
Yang menebar bintang berjatuhan

Di rasi Leo aku mengaum
Garis-garis cahaya ku lahir
Terang cepat dan menghilang
Jadi api dan abu debu

Kueratkan kebali cintaku
Pada langit malam
Dengan saksiku melihat
Pertunjukanmu malam ini

Minggu, 30 Mei 2010

Peta Rahasia

kini aku ingin kembali bersembunyi
namun bukan diriku sejati sebenarnya
karena aku ingin kau yang menemukanku
cinta yang ku sembunyikan

Rahasia Adalah jiwa syair ini
Cantik tersembunyi disekujur nyawanya
Hidup tenang dan Menawan bagai Alam
Dihiasi Hitam Emas rona cakrawala yang Abadi

meski telah terpetik di atas awan tadi
sari buahnya masih sedikit terasa
karena rahasia adalah buah yang besar dan manis
dan harus di petik seluruhnya

Peran cintakulah yang mampu Egkau giring
Rasa penasaran pasti menghampiri Wajahmu
Indah dan Tertata untuk peta puisi ini
Syair Alam yang Rahasia untuk sesuatu yang Indah

aku seperti bermain-main
petak umpet dengan cinta di hati
yang ingin ku kau temukan itu
meski kau tak tahu dan ku tahu kau tak tahu itu

Kini kau ku berikan sebuah peta
untuk menemukanku dan keberadaan cinta
serta kau beri kau buah yang besar dan manis
sebagai jalan untuk menemukanku atau kau, cinta

Cintaku Hari Kemarin, Kini dan Esok

Aku merasa rapuh hari kemarin,
dan aku rapuh untuk hari ini,
mungkin ku rapuh hingga hari esok
mungkin karena ketakutan hatiku

Aku selalu merasa kuat dan tegar hati
tegar di hari kemarin, hari ini
dan juga tegar hati ku untuk esok hari
karena aku yakin semua kan baik-baik saja

tapi ketakutanku menghancurkan ku
rasa yang lama ingin muncul
dan juga lama ingin ku merana
biar hati setegar gunung tapi cinta meruntuhkan

aku takut bercinta tapi aku ingin cinta
aku selalu mencinta dan tak kuharap cinta kembali
tapi tak kuterima cinta dan ku merasa gundah
cinta ku tak sejalan dengan alur pikiran ku

Aku akan selalu kuat dan tegar hati hari esok
tegar untuk esok lusa, dan seterusnya
karena cukup kemarin dan hari ini saja ku nikmati merana
karena cintaku harus tetap berjalan hidup

Kamis, 25 Maret 2010

Jangan Menangis

Jangan menangis kekasihku
Hatiku gundah karena air matamu
Tak sampai hati melihatmu
Mengucurkan kesedihanmu

Jangan sembunyi kekasihku
Hatiku resah karena rahasiamu
Bicara kepadaku seorang
Tuangkan Kepadaku

Semua keluh kesah kau rasa
Semua pilu dan gundah yang kau dapat
Curahkan semua padaku
Dan jangan menangis, tolonglah

Aku tak tahan,
Aku tak mau,
Melihatmu seperti ini.


(Sepengal puisi di secarik kertas yang ada di lemariku, sepertinya ini puisi yang ku buat waktu masih di bangku SMA kelas 2, agak terlalu eksplisit cara penyampaiannya)